
Einstein pernah bilang , Tuhan tidak sedang bermain dadu dengan alam raya. Tidak ada satupun kejadian yang merupakan kebetulan terjadi di dunia ini dan semua memiliki keterkaitan. Saya percaya itu. Ada benang yang amat sangat halus menghubungkan setiap peristiwa. Bukan kebetulan bila saya dilahirkan dari orang tua saya sekarang. Bukan kebetulan saya dilahirkan di Lampung meski kedua orangtua saya berdarah jawa. Bersekolah SD, SMP, SMA di Lampung, berkuliah di IPB sampai kemudian terdampar di Samarinda pun merupakan titik-titik dimana benang halus itu menyematkan dirinya. Sampai pada tahap itu saya mengenal begitu banyak orang. Yang kemudian menjadi teman dekat, teman biasa atau bahkan hanya sekedar kenal muka. Orang-orang itu yang menghiasi sepanjang jalan yang saya lalui. Tentu bukan pula kebetulan bila saya pernah bertemu dan berkenalan dengan mereka.
Peristiwa atau kejadian yang terjadi saat ini adalah implikasi dari keputusan yang saya ambil dari berbagai pilihan yang datang pada diri saya. Saya sangat menyadari bahwa tidak semua keputusan itu murni dari saya sendiri. Ada saat-saat dimana orang lain yang mengambil keputusan atas diri saya dan mengarahkan jalan saya. Tapi saya percaya, ketidakmampuan saya pada saat tertentu untuk membuat keputusan juga bukan merupakan suatu kebetulan.
Ada keterkaitan di sana, dengan cara yang tidak juga bisa saya pahami. Saya juga tidak tahu akan terajut jadi apa benang-benang halus itu. Menjadi piyama, gaun atau sepasang kaos kaki. Saya cuma berusaha berjalan sebaik yang saya bisa. Seperti yang pernah Sapardi Djoko Damono tulis dalam salah satu puisinya, sebab tak pernah ada yang memahami akhir...
gambar diambil dari http://jsmixonphoto.files.wordpress.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar